Pernah, kita menikmati senja. Bersama. Di depan jendela kayu. Menunggu waktu.
Kau tak ingat. Tapi aku selalu ingat. Karena satu-satunya. Berbicara. Menghadap langit yang pelan berubah. Menjadi jingga.
Kau tak ingat. Tapi aku selalu ingat. Karena satu-satunya. Berbicara. Menghadap langit yang pelan berubah. Menjadi jingga.
Aku bersedih untukmu yang pelan abai.
Dan ketika langit menghitam. Kita pergi.
Akankah..



0 komentar:
Posting Komentar