Selasa, 02 Agustus 2016

Gadis yang Hidup dalam Ide

0

Mungkin, orang gila bukanlah karena ia tidak pernah berpikir. Bisa jadi, orang gila karena dia terlalu banyak berpikir. Terlalu banyak menerima konsep dari banyak otak. Sehingga, untuk memilahnya pun dia terkadang kesusahan.
Gadis itu, lahir dan dibesarkan dengan banyak aturan dan ide. Dia bisa saja setuju pada konsep, tapi mengikuti aturan, urusan belakang. Dia peduli pada aturan, tapi jarang taat. Karena sekali lagi, dia lebih banyak hidup dalam ide. Bukan realita.
Bercitacita lah yang tinggi karena Tuhan akan memeluk mimpimu. Berbuat baiklah pada orang lain kalau kau ingin dibaiki. Berbuat ini dosa. Ideal. Dia tau semuanya. Sejak kecil dia banyak menerima konsep. Sampai besarpun dia banyak membaca ide. Sekalipun dia tau, berbuat dosa akan membuat kita masuk neraka. Tapi bahkan tanpa dosa, manusia tak akan dengan sukarela kembali pada Tuhannya, untuk memohon ampun. Tanpa kesalahan, bagaimana seseorang tanpa rasa rendah hati yang tinggi bisa teringat untuk memohon ampun. Sedang kebanyakan kita adalah manusia yang arogan, bangga dengan diri sendiri. Dengan penyesalan, seseorang bisa lebih dekat dengan penciptanya. Begitu dia pernah baca. Dan dia pegang betul. Untuk pembenaran atas semua dosanya. Sekalipun ia akan melakukan dosa lagi setelah mohon ampun.
Konsep. Ide. Teori. Tak pernah benarbenar jelas. Selalu buram. Selalu ada pembenaran di satu sisi, dan kesalahan di sisi lain. Percaya pada satu waktu, dan mengingkari di lain waktu. Jadi begitu dia hidup selama ini. Menerima teori, terkadang mempercayainya, dan terkadang menolaknya.
Hanya untuk satu hal, tak banyak teori yang memperdebatkannya. Dan pada satu teori ini dia dibikin gila. Hari akhir dan hari-hari yang mengikutinya. Yaumul ba'ts, yaumul mizan, padang mahsyar. Dan bagaimana manusia dibangkitkan setelah kiamat. Hanya dengan memikirkan semua itu ia akan ingat. Bahwa tak semua teori yang ia percaya adalah benar. Sedang ia tak tau mana teori yang benar-benar benar. Dia benar-benar bingung dengan apa yang diinginkan Tuhan. Tapi kenapa Tuhan begitu pasti tentang hari kiamat dan kematian. Kenapa tak semua saja dibuat pasti. Kenapa tak semua sepakat dengan satu konsep. Hingga ketika memikirkan kematian tak ada bimbang dari semua yang ia lakukan.

0 komentar:

Posting Komentar