Selasa, 02 Agustus 2016

Terlihat Pintar

0

Apakah penting terlihat pintar? Ini pertanyaan seorang dosen. Sangat dilematis. Disatu sisi, seseorang pasti menilai orang lain dari bagaimana ia terlihat. Disisi lain, bukankah itu munafik jika pintar hanya dari keterlihatan. Oke, munafik terlalu kasar. Lagian, siapa yang peduli kalau seseorang pintar hanya kelihatannya? Abaikan. Ini bukan pertanyaan. Dan konsep ini salah. Bukankah seseorang terlihat pintar karena ia memang pintar. Apakah mungkin seseorang terlihat pintar dari kebodohannya. Tak mungkin bukan? Tapi pertanyaan dosen itu yang menggangguku. Kenapa beliau bertanya begitu? Bukankah itu artinya beliau mengakui adanya perbedaan antara yang terlihat pintar dengan yang benar-benar pintar. Dan yang mengagetkan, beliau menjawab sendiri pertanyaannya, bahwa terlihat pintar itu perlu. Lalu dari apa beliau menilai siswa? Ketika kau banyak bertanya kau akan kelihatan pintar. Seorang dosen berkata ketika kau bertanya itu tandanya kau berpikir. Tapi beliau tak tau, siswa jadi akan terobsesi untuk bertanya. Bukan karena ia tak tahu, tapi agar ia terlihat berpikir. Bahkan banyak yang mencari pertanyaan dengan browsing. Jadi apakah seorang dosen menilai seseorang dari seberapa banyak ia bertanya? Dari bagaimana ia terlihat pintar? Tapi apa sebenarnya pintar itu? Lucu. Aku bicara tentang pintar tapi tak mengerti apa itu pintar. Ketika kau disekolah kau akan tau seseorang pintar dari nilai tes nya. Karena pada waktu itu penilaian hanya dari hasil goresan pena. Tapi ketika kau di universitas, kau akan tau seseorang pintar dari seberapa sering ia bicara. Jadi apakah ia pintar atau hanya terlihat pintar? Jadi apakah jarak antara keduanya adalah keberanian berbicara? Atau obsesi bertanya, berdebat, menyanggah? Atau orang yang terlihat pintar pastinya benar-benar pintar? Jadi apa maksudku? Aku hanya terganggu.

0 komentar:

Posting Komentar