Entah sejak kapan. Setiap emosi yang singgah, selalu ingin kubagi. Denganmu.
Mengenalmu? Sedikit. Lalu kenapa ingin membagi? Entah.
Dulu aku sangat bahagia berada diantara ribuan bintang. Tapi sejak mentari datang. Aku lebih merindukan mentari untuk datang lagi. Dulu aku sangat puas hanya menatap ribuan bintang. Sekarang ketika tak melihat mentari, aku merasa siangku hilang.
Dulu aku sangat bahagia berada diantara ribuan bintang. Tapi sejak mentari datang. Aku lebih merindukan mentari untuk datang lagi. Dulu aku sangat puas hanya menatap ribuan bintang. Sekarang ketika tak melihat mentari, aku merasa siangku hilang.
Mereka berkata banyak perubahan, tapi bahkan orang buta pun tak bisa menepis silaunya mentari. Mereka mendukung, para bintang itu. Karena mereka tau, kita tau. Bahwa bintang tak bersinar untuk kita.
Tapi sebenarnya aku masih sangat menyukai bintang. Karena memang selama ini aku lebih bersama bintang. Kurindukan kala kelam. Bintang. Meramaikan hening. Mengisi kosong. Menangkap tumpahanku. Semua bintang.
Harus kuapakan mentariku? Tunggu sampai aku mampu menatapmu.



0 komentar:
Posting Komentar