Kau orang yang menetap. Disaat semua orang berlalu lalang melewatimu, kau tetap diam. Di kursi itu. Kenapa kau tak ingin beranjak? Apa yang kau tunggu?
Sudah lama sebenarnya aku ingin menghampirimu. Tapi untuk alasan apa. Apa yang akan dibicarakan. Kau diam. Di kursi itupun, ditempat yang ramai, kau tak perhatikan sekitarmu. Mungkin kau tak akan tau seandainya ada kecelakaan di belakangmu.
Jadi dengan apa aku mendekatimu. Tak mungkin bukan aku hanya akan datang dan menyapamu kemudian menanyakan hal pribadimu. Yang ada kau akan bingung. Menganggap aku orang aneh.
Lalu apa yang harus ku perbuat agar kau mau beranjak dari kursimu. Atau paling tidak, bagaimana bisa mengajakmu bicara. Membicarakan sekitar. Sekitar hati (?).
Kau tak suka basa basi. Kelihatannya. Bagaimana bisa mengajakmu bicara tanpa terkesan basa basi. Sedang aku tak pernah melihatmu di tempat lain selain disini. Beritahu aku siapa dirimu. Bagaimana membuka apapun yang sedang kau tutupi. Tunjukkan sedikit saja tanda agar kau mau beranjak. Untuk menyapa hatiku.
Sudah lama sebenarnya aku ingin menghampirimu. Tapi untuk alasan apa. Apa yang akan dibicarakan. Kau diam. Di kursi itupun, ditempat yang ramai, kau tak perhatikan sekitarmu. Mungkin kau tak akan tau seandainya ada kecelakaan di belakangmu.
Jadi dengan apa aku mendekatimu. Tak mungkin bukan aku hanya akan datang dan menyapamu kemudian menanyakan hal pribadimu. Yang ada kau akan bingung. Menganggap aku orang aneh.
Lalu apa yang harus ku perbuat agar kau mau beranjak dari kursimu. Atau paling tidak, bagaimana bisa mengajakmu bicara. Membicarakan sekitar. Sekitar hati (?).
Kau tak suka basa basi. Kelihatannya. Bagaimana bisa mengajakmu bicara tanpa terkesan basa basi. Sedang aku tak pernah melihatmu di tempat lain selain disini. Beritahu aku siapa dirimu. Bagaimana membuka apapun yang sedang kau tutupi. Tunjukkan sedikit saja tanda agar kau mau beranjak. Untuk menyapa hatiku.



0 komentar:
Posting Komentar