Sudah empat purnama aku melihatmu. Di hari dan waktu yang sama. Datang pukul 4 sore dan pulang pukul 6. Rupanya kau sedang mengambil waktu sendirimu. Untuk mengenang yang lalu, merencanakan yang akan. Tapi kenapa kau datang ketika senja? Ada apa dengan mentarimu? Sudah tentu mentari terbenam. Menghadirkan senja. Bukankah itu indah? Dan fajar esok. Mentari akan terbit. Itu adalah keindahan yang lain.
Ceritakan padaku, ada apa dengan kafe ini, jendela, kursi, meja, pukul 4 sore, pukul 6 sore, hari sabtu, handphone dan senja yang selalu kau nanti. Eh, apakah kau tak penasaran dengan aku yang selalu mengintai? Tak penasarankah berapa jumlah foto yg telah ku ambil? Dengan latar yang sama tapi baju yang berbeda.
Ceritakan padaku, ada apa dengan kafe ini, jendela, kursi, meja, pukul 4 sore, pukul 6 sore, hari sabtu, handphone dan senja yang selalu kau nanti. Eh, apakah kau tak penasaran dengan aku yang selalu mengintai? Tak penasarankah berapa jumlah foto yg telah ku ambil? Dengan latar yang sama tapi baju yang berbeda.



0 komentar:
Posting Komentar