Selasa, 02 Agustus 2016

Tentang Hidup

0



Tidaklah semua hal yang kita inginkan bisa tercapai. Merelakan bukan berarti menyerah, tetapi lebih pada mengakui bahwa tidak semua hal bisa kita paksakan. Seperti halnya hidup, tentu kita menginginkan yang terbaik, yang terindah, tetapi ketika kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit, akankah keindahan itu tercapai. Semua pilihan hidup yang telah kita pilih, wajib hukumnya untuk dipertanggung jawabkan. Apapun hasilnya nanti..
Ketika kita gagal, yakin dan terus saja maju, mungkin kegagalan itu adalah sebuah titik menuju titik berikutnya dalam mewujudkan sketsa keberhasilan kita. Tak masalah jika kita punya mimpi yang tinggi, siapa takut? Jika gagal, Cari! Gali! sampai kita dapat menggapai cita-cita itu.
Yang terpenting dari kesemuanya, ajaklah Allah untuk menjadi partner terbaik kita. Konsultasikan dan pasrahkan semua pada-Nya, akankah kita masih ragu dengan segala titah-Nya? Masih yakinkah bahwa yang dianugrahkannya adalah hal dan jalan terbaik untuk kita. Bukankah semua ciptaan harus tunduk dan patuh pada pencipta-Nya? Pernahkah bunga bangkai mengeluh akan baunya? Bukankah begitu seharusnya. Namun karena manusia diciptakan dengan terbungkus nafsu, seringkali malah menyalahkan Tuhannya, menganggap bahwa Allah tidak adil padanya, Tuhan hanya ingin mempersulitkan dirinya. Benarkah itu Yaa ayyuhal ahsanul insan? Wa bidzalik, la ansa lidzikrullah…
Arich Yatimmatur R.
Pare, tatkala matahari mulai terlelap.

0 komentar:

Posting Komentar